Juni 28, 2019 Maksimum Saldo E-Money Bank di Indonesia dan Ketentuan Lainnya

Maksimum Saldo E-Money Bank di Indonesia dan Ketentuan Lainnya

Dengan seiringnya perkembangan zaman, produk perbankan semakin beragam dan melibatkan teknologi canggih yang memudahkan nasabah. Kini, menyimpan uang tidak hanya berbentuk tunai atau berada dalam rekening tabungan. Tapi bisa juga disimpan dalam bentuk e-money atau uang elektronik. Saat ini sudah banyak bank yang menyediakannya, dan bisa digunakan di berbagai jenis merchant yang bekerjasama dengan bank tersebut. Berikut kami jelaskan mengenai kartu e-money dan maksimum saldo e-money dari berbagai bank di Indonesia.

E-Money Bisa Dipindahtangankan

E-money bisa dikatakan sebagai dompet praktis anda. Kartu yang anda pegang diibaratkan sebagai dompet yang berisi uang. Sehingga e-money bisa dipindahtangankan, dan tidak dapat diblokir. Jika kartu e-money anda hilang, maka saldo yang berada pada kartu e-money tersebut tidak bisa dikembalikan. Oleh karenanya, pastikan anda mengisi saldo e-money sesuai dengan kebutuhan.

Tidak Ada Biaya Admin Bulanan

Penggunaan e-money tidak dikenakan biaya admin bulanan. Kemudian, masa aktif kartu e-money berkisar 10 tahun hingga tak berbatas waktu (terhitung setelah kartu diaktifkan). Pemegang kartu wajib menjaga fisik kartu e-money agar senantiasa dapat digunakan (tidak rusak maupun patah). Jika anda ingin menonaktifkan kartu e-money, anda bisa datang ke kantor cabang bank terkait. Proses ini tidak dikenakan biaya dan uang yang berada di dalam kartu akan diberikan tunai pada pemegangnya.

Bisa Dimiliki Meski Tak Punya Rekening Bank

Untuk anda yang ingin memiliki kartu e-money, anda tak perlu memiliki rekening bank terkait. Ya, siapapun bisa langsung membeli dan mengaktifkan kartu e-money.
Sebab, pengisian ulang saldo e-money bisa dilakukan di berbagai merchant. Seperti outlet minimarket, halte Transjakarta, dan beberapa gerbang tol yang menyediakan pintu pengisian ulang e-money. Pengisian saldo di merchant ini akan dikenakan biaya admin sebesar Rp 1.500 hingga Rp 2.000. Sedangkan pengisian ulang saldo dengan menggunakan kartu ATM di mesin ATM, mesin EDC, SMS Banking, Internet Banking, dan Mobile Banking tidak dikenakan biaya admin (gratis).

(Baca juga: Kenali Jenisnya, Ini Cara Aman Transaksi E-Money)

Maksimum Saldo Hingga Rp 2 juta

Ada beragam ketentuan maksimum saldo pada kartu e-money. Semua tergantung pada bank nya. Selain itu, terdapat ketentuan lainnya dalam penggunaan kartu e-money.

BRIZZI BRI

  • Biaya Perdana Pengaktifan Kartu Rp 20 ribu
  • Minimum Isi Ulang (Top Up) Lewat NFC (Ponsel Android) Rp 100 ribu, Lewat Non NFC Rp 1,-
  • Minimum Saldo Rp 0,-
  • Maksimum Saldo Rp 2 juta
  • Batas Maksimum Saldo Tertunda Rp 10 juta
  • Batas Maksimum Isi Ulang per Bulan Rp 20 juta

FLAZZ BCA

  • Biaya Perdana Pengaktifan Kartu Rp 20 ribu
  • Minimum Isi Ulang (Top Up) Rp 20 ribu
  • Minimum Saldo Rp 0,-
  • Maksimum Saldo Rp 2 juta
  • Batas Maksimum Isi Ulang per Bulan Rp 20 juta

TapCash BNI

  • Biaya Perdana Pengaktifan Kartu Rp 20 ribu
  • Minimum Isi Ulang (Top Up) Rp 20 ribu
  • Minimum Saldo Rp 0,-
  • Maksimum Saldo Rp 1 juta
  • Batas Maksimum Isi Ulang per Bulan Rp 10 juta

E-money Mandiri

  • Biaya Perdana Pengaktifan Kartu Rp 20 ribu
  • Minimum Saldo Rp 0,-
  • Maksimum Saldo Rp 2 juta
  • Batas Maksimum Isi Ulang per Bulan Rp 20 juta

Itu lah beragam kartu e-money dari bank-bank yang ada di Indonesia. Daftar di atas adalah kartu e-money yang telah bekerjasama dengan banyak merchant, seperti pembayaran di minimarket, restoran, dan transportasi umum (Kereta Commuter Line Jabodetabek, TransJakarta, Jalan Tol). Sehingga penggunaannya bisa anda maksimalkan untuk mempermudah berbagai kebutuhan.

Jika anda ingin mengetahui nilai maksimal top up e-money, sanda bisa baca artikelnya di link berikut: https://www.cekaja.com/info/mudahkan-pemudik-bi-izinkan-saldo-e-money-bisa-top-up-sampai-rp2-juta/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *